spot_img

Kasus Penyekapan di Myanmar Jadi Pelajaran Bagi Calon Pekerja Migran Indonesia

spot_imgspot_img

JAKARTA – Kasus penyekapan dan penganiayaan yang menimpa sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Myanmar menjadi peringatan serius bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya mereka yang berencana bekerja di luar negeri.

Menanggapi peristiwa tersebut, Zikri Putra Pratama, Tenaga Ahli Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), mengajak seluruh calon pekerja migran agar tidak mudah tergiur oleh tawaran pekerjaan dengan iming-iming gaji tinggi yang disampaikan oleh calo maupun perekrut ilegal.

“Peristiwa ini harus menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Jangan pernah mengambil jalan pintas untuk bekerja ke luar negeri melalui jalur nonprosedural atau perekrutan ilegal. Risiko yang dihadapi sangat besar, mulai dari eksploitasi, penyekapan, tindak kekerasan, perdagangan orang, hingga hilangnya perlindungan hukum,” tegas Zikri.

Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar memastikan setiap proses keberangkatan dilakukan melalui mekanisme resmi pemerintah. Calon pekerja migran dapat memperoleh informasi, konsultasi, serta pendampingan melalui kantor-kantor BP3MI/BPMI yang tersedia di berbagai daerah di Indonesia.

“Negara telah menyediakan jalur resmi yang aman dan memberikan perlindungan hukum bagi pekerja migran Indonesia. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk mengutamakan prosedur resmi dan tidak mudah percaya kepada oknum atau calo yang menjanjikan keberangkatan secara cepat tanpa persyaratan yang jelas,” lanjutnya.

Selain itu, Zikri mengajak pemerintah daerah, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya perekrutan ilegal serta memperkuat upaya pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

“Kami berharap tidak ada lagi anak bangsa yang menjadi korban akibat memilih jalur ilegal. Keselamatan, keamanan, dan masa depan para pekerja migran harus menjadi prioritas bersama. Mari berangkat bekerja ke luar negeri secara prosedural, aman, dan bermartabat.” tandasnya. (ZR)

**#StopRekrutmenIlegal,
**#BerangkatProsedural,
**#LindungiPekerjaMigranIndonesia,
**#KP2MI.

spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Last articles

Toilet Dewan Banten Kotor dan Tak Terawat, Publik Pertanyakan Aliran Dana Perawatan Gedung

SERANG – Fasilitas publik di dalam lingkungan parlemen kembali...

Bisa Kena Sanksi Berat, Kontraktor Proyek Ini Malah Biarkan Pekerja Tanpa Alat Pelindung

TANGERANG – Sebuah proyek pembangunan infrastruktur di kawasan Tangerang...

FTIA menghadiri rapat kerja nasional KSBSI 2026 di hotel grand sahid jakarta tanggal 26,27 dan 28 Agustus 2026

JAKARTA – Federasi Transportasi Industri Dan Angkutan (FTIA) resmi...

Terungkap Buruknya Kondisi Kerja di Kawasan IMIP Morowali, Aliansi Buruh Usung 5 Tuntutan

MOROWALI, FOKUSNEGERI.COM - Federasi Pertambangan dan Energi afiliasi Konfederasi...

Tantangan Baca Quran dengan Hadiah Sebotol Miras, Sejumlah Pihak Dilaporkan ke Polisi

Laporan pidana tersebut bukan untuk mengambil kesimpulan mengenai pihak...

Korps Alumni KNPI Jakarta Timur Ajak Masyarakat Jaga Jakarta

Korps Alumni KNPI Jakarta Timur mengajak warga Jakarta untuk...

Jika Perlindungan Hukum Berubah Menjadi Alasan Menghilangkan Hak Buruh

OPINI Oleh: Effendi Lubis, (**) Pasal 90B Undang-Undang Nomor 6 Tahun...

Berita Duka: Aktor Legendaris Bung Diding Boneng Meninggal Dunia

JAKARTA, fokusnegeri.com/ - Dunia panggung Teater dan perfilman Indonesia,...

Rugikan Negara Ratusan Triliun? Satgas Pangan Tetapkan 39 Tersangka Mafia Beras

JAKARTA, fokusnegeri.com/ – Pemerintah kembali melakukan pemberantasan mafia pangan,...

Korps Alumni KNPI Jakarta Timur Resmi Dilantik, Simak Harapan Pemerintah

Menurut Munjirin, keberadaan Korps Alumni KNPI harus menjadi energi...